Stories · Travel

Rumah Pohon – Masigit Kareumbi

Ada saja alasan kami kembali ke kawasan masigit kareumbi ini, dari mulai sekolah, kuliah, sedang hamil besar, dan sampai bocah kecil lahir. Sekarang kawasan ini sudah jauh lebih rapi, lebih tertata dari sebelumnya, dulu kawasan ini kurang terawat dan sejak Wanadri menyatakan minat untuk mengelola kawasan ini, dari situlah pengembangan kawasan konservasi dimulai. Salah satu program yang dilakukan adalah program Konservasi Wali Pohon, dimana setiap orang atau perusahaan dapat mengadopsi pohon dan menanamnya di kawasan hutan Masigit Kareumbi.

Sudah lama saya mendengar disana dibangun rumah pohon, tapi dari beberapa kesempatan kesana belum sempat mengunjungi, barulah selepas lebaran ada undangan dari teman lama untuk bersilaturahmi disana. Awal rencana memang saya dan pak Suami akan mengajak Nanda bermain sungai di kawasan Coang, tapi kebetulan ada rencana ke Kareumbi kami belokan tujuan bermain sungai nya disana.

Lokasi rumah pohon tidak jauh dari pintu masuk kawasan, dari tempat dimana kami memarkirkan kendaraan sampai lokasi perkiraan memakan waktu 10 s.d 15 menit-an dengan berjalan kaki (standar jalan kaki ibu-ibu seperti saya mungkin lebih lama lagi hahhaa.. ), perjalanannya children friendly, medan nya tidak menanjak ataupun turunan tajam anak kecil masih bisa kita lepas untuk berjalan sendiri.

Sesampainya di lokasi, sang primadona “rumah pohon” seraya menyambut dengan berjajar mengelilingi satu lahan dimana ditengah nya terdapat api unggun dan di kelilingi oleh balok-balok pohon pinus yang sudah di tebang dan dijadikan tempat duduk untuk sekedar berkumpul. Jangan takut kalau kita ingin buang buang baik itu kecil atau besar, disana terdapat WC juga lho 😀 (kalau saya sih biasanya di semak-semak aja hehhe….).

Dari informasi yang saya terima, tarif rumah pohon dikisaran 200 ribu-an /malam, fasilitas yang disediakan meliputi kelengkapan tidur seperti matras, sleeping bag, kasur tidur dan kamar mandi eksotis. Sekeliling rumah pohon terdapat aliran sungai, sungai yang dimana menjadi sumber air dari curug cinulang. Sungainya kecil dan dangkal, air nya jernih cocok untuk anak-anak bermain disana, walaupun harus tetap dalam pantauan orang dewasa.

Rute menuju rumah pohon kawasan Kareumbi dari arah Bandung : ambil jurusan menuju cicalengka, belok kiri dari alun-alun cicalengka menuju arah curug cinulang, disana biasanya ada portal masuk bilang saja mau ke “Kawe” (Penduduk lokal menyembut Kareumbi dengan sebutan “kawe”) ikuti jalan sampai memasuki kampung Leuwiliang, tak jauh dari sana kita memasuki kawasan Kareumbi dengan jalan bebatuan tanpa aspal. Total waktu perjalanan normal dari Bandung sampai lokasi kira-kira memakan waktu 1.5 s.d 2 jam.

Rumah Pohon di Kawasan Masigit Kareumbi

DSC_5559

Iklan

2 thoughts on “Rumah Pohon – Masigit Kareumbi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s