#1minggu1cerita · Home · Mayanda Z Anandayu · Project · Stories

Taman Bermain Sederhana Di Halaman Rumah

Anak umur dua tahun lebih itu memang lagi senang-senangnya meng-explore, setiap hari kami diserang secara bertubi-tubi dengan Never ending question, kalau pertanyaannya sudah melambung, dan kemungkinan mati kutu presentasenya tinggi, buru-buru saja saya balik menyerang dia dengan pertanyaan yang sama (hahaha… impas kan nak -.-“)

Kami selaku orang tua harus pinter-pinter cari kegiatan biar anak nya gak gampang bosen, apalagi Nanda anak rumahan dan hanya memiliki teman yang dapat di hitung jari. Selama saya dan pak suami mengais rejeki, kami percayakan Nanda bersama nenek kakeknya di rumah. Nenek adalah seorang tenaga pengajar, terkadang dia suka ikut ke sekolah. Daaaan… anaknya suka, pengen sekolah!. Wacana sekolah terkadang mencuat diantara perbincangan saya dan pak suami, dengan beberapa alasan kami sepakat untuk saat ini tidak memasukan Nanda ke sekolah manapun (sabar ya nak, sesuatu itu akan indah pada waktunya #tsaaahhh… ).

Melihat perkembangannya, sejauh ini  dia tumbuh menjadi anak yang supel, berani, dan  berpendirian kuat, walaupun terkadang moodnya naik turun tak karuan. Namun kami nilai itu masih wajar. Nonton film menjadi salah satu kegemarannya, dengan menonton disana dia bisa meng-explore bentuk, gerak, warna, suara dan bahasa. Kami sengaja men-download film dan lagu anak untuk memenuhi kegemarannya.

Suatu ketika kami perkenalkan dia dengan youtube, guess what ? anaknya manteng gak mau di ganggu, kayak mati rasa kalau dipanggil, dan setiap dia melihat handphone langsung minta buka youtube, waahhh.. BAHAYA! Nanda mulai ketagihan dengan aplikasi pemutar video itu. Mulai  dari saat itu, youtube di  handphone saya uninstall untuk mengurangi screen time! sekarang saya alihkan dengan kegiatan lain, seperti bermain warna pakai cat air, membaca buku bersama, mendongeng cerita-cerita anak, alhamdulillah sedikit demi sedikit teralihkan. Tetapi… kalau bapaknya sedang berada di rumah, sudah pasti laptop dan handphone nya menjadi sasaran (-.-“). Sejauh ini kami tidak melarang sama sekali menonton tapi kadarnya saja yang di kurangi, walaupun kalau boleh jujur terkadang membawa manfaat ketika dia asyik nonton, kita bisa mengerjakan pekerjaan lain dengan optimal hahahha…..(bener kan ibu-ibu?).

Kami manfaatkan halaman rumah untuk kegiatan luar ruang. Bersyukurlah mempunyai anggota keluarga yang super kreatif, kakek membuatkan jungkat-jungkit dari kayu dan ban bekas, ayunan dari kursi yang menggantung di bawah pohon rambutan tak mau kalah menambah wahana bermain Nanda.

ayunan
Ayunan yang terbuat dari kursi plastik
IMG_0158[1]
Jungkat jungkit terbuat dari kayu dan ban mobil bekas

Ketika kami ingin melengkapi halaman dengan perosotan, saya dan pak suami sepakat untuk merental, memang nasib belum berpihak kepada kami, setelah seharian WhatsApp-an bersama vendor rental mainan anak, diakhir chat ketika mau transaksi harus terima nasib ditolak karena posisi rumah berada di luar “KOTA” Bandung. (hahaha.. nasib.. nasib…Bandung coret).

Sebagai gantinya, kami buatkan wahana pasir pantai, anaknya girang sekali ketika pertama buka pintu kamar, diluar sudah tersedia pasir pantai yang siap di “siksa” hahaha.. selamat bersenang-senang anak kecil yang sekarang maunya di panggil teteh Mayanda #kodekeras 😀

WhatsApp Image 2016-08-25 at 10.23.21 AM

WhatsApp Image 2016-08-25 at 10.23.19 AM

WhatsApp Image 2016-08-25 at 10.23.20 AM

Dengan sedikit kreatifitas sebenarnya banyaksekali barang-barang disekitar kita yang bisa dimanfaatkan untuk membuat wahana mainan anak sendiri, menurut saya ini adalah  kepuasan tersendiri untuk kita sebagai orang tua, dan tentunya pengalaman menarik yang unik bagi sang anak.

Ayoooo… tinggalkan sejenak gadget mu, keluarlah rumah dan bermainlah dihalaman!

Iklan

14 thoughts on “Taman Bermain Sederhana Di Halaman Rumah

  1. hwaaa.. mimpi banget nih punya rumah halaman gede gini. buat melihara ayaaaaam *keukeuh*
    sama buat main anak-anak juga sih. sungguh mereka itu jiwa-jiwa kecil sederhana.. dikasih pasir aja girang, apalagi diijinin main tanpa banyak interupsi.

    Suka

  2. Halamannya keceeee, rumah nanda dimanaa ih idlan pengen maen hehehe.

    Akuu sedang “PR” pisan ini youtebe dan screentime. Ambu dan Ayah-nya kerjaannya byk online bgini…

    Maenan udah di explore dan maunya “maenan” ayah dan Ambunya.
    Semoga kami mampu mengalihkan idlan dari gejet…

    Jadi curcol panjaang amat iniii

    Suka

  3. Halamannya baguuuus *ngileeers
    Idlan ikut maen ke rumah nanda doooonks.

    PR pisan buat kami mengalihkan gejet dari Idlan. Explore maenannya udah beres ‘maenan’ Ayah -Ambunya yang diminta. Balada orgtua kerja onlen *huhu

    Semoga kami mampu mengalihkan gejet dr idlan..

    Maaf jadi curcol begini 😀

    Suka

    1. Haiii Idlan ayuuks mampir ke rumah Nanda, di Bandung-coret (Rancaekek) ada ayunan, jungkat jungkit, sama main pasir walopun alakadarnya tapi dijamin seru 😀

      Gejet ohh gejet PR banget bu, “children act what children see” ya bu.. selama masih tahap wajar dan positf mah kayaknya masih aman.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s