#1minggu1cerita · Stories

Kampung Inggris Pare – Kediri

Belum lama ini WhatsApp saya tambah ramai dengan notifikasi, entah itu group maupun perorangan, salah satunya undangan bergabung dengan group Ex-Access. Seneng banget bisa berkumpul lagi dengan temen-temen Ex-Access walaupun sekedar di group, setidaknya dapat memperpanjang tali silaturahmi.

OK, kita flash back ke tahun 2010. Ini cerita saya waktu berkunjung dan menimba ilmu di kampung inggris Pare-Kediri-Jawa Timur. Awalnya buta banget dengan nama kampung inggris, di dalam pikiran saya apa iya satu kampung itu berpenduduk orang-orang bule semua? hahaa… ternyata bukan. Sebutan kampung inggris sendiri muncul karena hampir 99% kampung membuka tempat kursus bahasa inggris, tapi ada juga sebagian kecil tempat kursus yang membuka program bahasa asing lainnya.

Karena rasa penasaran yang memuncak dan diperkuat oleh kebosanan rutinitas kerja, akhirnya saya putuskan untuk resign dari pekerjaan dan pergi ke Kediri. Tidak lama setelah resign, saya pun hijrah ke Kediri, etapi nggak langsung ke TKP, melipir dulu ke Jogjakarta untuk beberapa hari, ketemu sama temen lama dan muter-muter sekitar Jogja dalam rangka ngabisin uang pesangon hahhaa…

Mesin motor dipanaskan sembari packing persiapan perjalanan Jogja-Kediri. Saya membawa serta motor dari rumah dengan tujuan kelancaran transportasi selama tinggal di Pare. Ternyata lumayan nyeri cangkeng juga yah jarak tempuh Jogja-Kediri, beberapa kali singgah di pinggiran jalan untuk sekedar istirahat dan popotoan (hahaa… harus yah?).

260070_1925472855582_318323_n
Perjalanan menuju Kediri

Akhirnya sampai juga di TKP. capek! lain kali mending pake kereta aja lah hahhaa… langsung check in di Access, waktu itu biaya kost including program sekitar 250 (koreksi saya bila salah, lupa lupa ingat) per bulan nya. Waktu tiba di rumah kost nya, jangan harap sama kayak tempat kost-kostan pada umumnya, disana kita membayar kost untuk satu kepala bukan untuk satu kamar, jadi jangan heran 1 kamar bisa berisi lebih dari 3 orang.

Program kursus yang saya ambil tidak hanya di Access saja tapi di beberapa tempat kursus; untuk grammar saya ambil kursus di Mahesa, untuk conversation saya ambil kursus di Daffodil. Mahesa mewajibkan pakai kerudung bagi perempuan, pada waktu itu saya belum pakai kerudung, disanalah cikal bakal saya memakai kerudung, berkat kursus di Mahesa ! Alhamdulillah yah…

seputar-kampung-inggris
Tempat kursus bahasa inggris Access es (foto diambil dari : Seputar Kampung Inggris Pare )
Daffodils-3
Tempat kursus bahasa inggris The Daffodils (foto diambil dari : Panduan memilih lebaga kursus )
Tampak-luar-mahesa-2
Tempat kursus bahasa inggris Mahesa (foto diambil dari : Panduan memilih lembaga kursus )

Ada 2 jenis kosan; english area dan non english area. English area mewajibkan penghuninya berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan diawasi oleh Miss/Mr tutor, sementara yang non english area tidak mewajibkan berkomunikasi memakai bahasa inggris. Access menerapkan english area, jadi untuk keseharian di dalam kostan kita diwajibkan untuk berbahasa inggris terlepas grammar bener enggak nya, yang ketauan pakai bahasa ibu apalagi bahasa kalbu akan dikenakan sanksi membayar denda dengan sejumlah uang, disini kita dituntut berani, nggak usah malu dan takut salah toh kita sama-sama belajar kalaupun salah temen yang lain dengan senangnya mengoreksi, itu salah satu metode yang cukup membantu dalam mengimplementasikan ilmu bahasa kita.

Sepeda menjadi transportasi utama di kampung Pare, banyak tersedia tempat peyewaan sepeda, rata-rata tarif per bulannya 50 ribu rupiah ini tergantung jenis sepeda yang di pinjam. Tempat makan tersebar sepanjang jalan, dan harga nya pun sangat murah bila dibandingkan dengan di bandung. Nasi plus telor ceplok di harga 2 rebu perak saja, dan pernah saya makan bareng 5 orang cukup dengan membayar 35 rebu saja, ya kan murah meriah bahagia hahaha…

30587_1374226514768_2996073_n
Halaman kost putri Access (Access 3)

Saya percaya quote “jodoh itu jorok” kenapa ? karena saya dipertemukan dengan orang-orang baru yang sekarang statusnya menjadi sahabat (Aa Amin , Uke , Fatma , Abe , sisanya diapdet kemudian karena tunduh) di Pare bukannya di Bandung, secara semuanya berdomisili di Bandung hehhee… selain itu, ada beberapa teman saya yang menemukan belahan jiwanya disana, karena apa lagi kalau bukan jodoh! Selain dapat ilmu, dapat sahabat dan juga pasangan hidup #bonus

Budget makan, kosan dan program bagi saya itu cukup murah, nah ini dia yang menghabiskan banyak biaya adalah acara weekend traveling haha… emang dasar tukang main, tiap weekend pasti ada aja acara jalan jalan nya #exploreJATIM. Salah satunya, Pulau Sempu di daerah Malang kami jadikan destinasi farewell temen-temen Daffodil, dan mungkin karena ini juga yang mengantarkan saya bobo cantik di HVA Hospital ambruk karena gejala tipes. Akhirnya perjalanan di Pare pun dicukupkan karena dijemput pulang oleh orang tua #bhay (gendok pisan karena bertepatan trip ke bromo, temen packing ke bromo saya packing pulang #kraaaayyy).

73009_1535123617095_6679513_n
Pulau Sempu
69486_1535120457016_5351241_n
Siap-siap memasuki kawasan pulau Sempu
69888_1535132977329_6196048_n
Gumul (icon kota Kediri)

Selagi kita masih muda, sehat dan bersahaja gak usah ragu untuk mencoba hal baru, menjajal tempat baru, bertemu orang-orang baru, sungguh itu membawa manfaat hidup, dan mungkin suatu saat saya ingin mengunjungi nya kembali, Pare-Kediri, insyaalah.

 

Iklan

6 thoughts on “Kampung Inggris Pare – Kediri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s