#1minggu1cerita · Mayanda Z Anandayu

Bermain di Jejakecil

Weekend kemarin kami mengajak Nanda bermain di Rumah Bermain Jejakecil. Kami tertarik membawa Nanda ke Jejakecil disamping untuk bermain dan belajar juga menambah pengalaman dalam bersosialisasi.  Sebetulnya keinginan kami untuk mengajak Nanda bermain di Jejakecil sudah cukup lama, karena satu dan lain hal baru terlaksana di hari sabtu kemarin.

Rumah bermain Jejekecil merupakan sarana untuk bermain, bersosialisasi dan berkreasi di alam terbuka yang berlokasi di Jl. Bukit Dago Utara I No. 13 Bandung. Sebuah rumah hunian yang disulap menjadi rumah bermain dengan memanfaatkan ruang garasi dan halaman sebagai tempat bermain anak-anak. Beragam wahana kreatifitas dan ketangkasan terdapat disana. Kakak-kakak pendamping yang masih muda memandu acara dengan sangat interaktif.

Sebelum bermain disana kita diharuskan registrasi terlebih dahulu, biaya yang dikenakan beragam tergantung dari tema acara. Sistem pembayarannya melalui transfer atau bila  tidak memungkinkan bisa di lakukan on the spot selama kita sudah terdaftar. Bila kita berhalangan hadir diwaktu hari-H dan melakukan pembatalan dapat dilakukan konfirmasi selambat-lambatnya H-1 dan dapat diganti dengan kegiatan diwaktu lainnya, jika melewati dari H-1 maka akan hangus 50% dari pembayaran dan bisa digunakan pada pendaftaran berikutnya.

Tema bermain yang ditawarkan tiap minggunya sangat beragam serta ada batasan umurnya, sehingga kita dapat memilih tema yang diminati dan sesuai dengan umur buah hati kita. Untuk mengetahui update tema serta jadwal biasanya saya melihat di Instagram Jejakecil.

Tema yang di ikuti oleh Nanda adalah Jagoan Biru Beraksi, semua permainan bernuansa warna biru, mulai dari cerita tokoh superhero sampai bahan-bahan permainan yang digunakan. Sebagai ice breaking pada awal acara anak-anak duduk melingkar dihalaman, kakak-kakak pendamping mengajak bernyanyi dan saling berkenalan satu sama lain.

euy_7650
Kakak pendamping menceritakan superhero sebagai prolog

Play doh yang di buat sendiri oleh kakak-kakak pendamping dijadikan bahan untuk cetak tangan anak-anak, yang kemudian di keringkan dan diwarnai dengan warna biru. Disini mereka belajar bentuk dan mewarnai. Kegiatan ini termasuk melatih motorik halus anak, Nanda yang menurut kami cenderung termasuk anak kinestetik, terlihat ingin menyelesaikan kegiatannya lebih cepat mungkin dirasa kurang menarik hati dan ditambah pandangannya sedari tadi sudah tak sabar ingin menjajal papan panjat yang terletak di pojok halaman.

euy_7676
Salah satu wahana ketangkasan yang terdapat di area bermain Jejakecil; papan panjat, dan ini dapat kami kategorikan wahana paling favorit Nanda selama bermain.

 

Selain kegiatan anak yang dilakukan secara individual, ada juga kegiatan yang dilakukan besama-sama, ini dimaksudkan untuk melatih kerjasama tim. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian mengumpulkan kaleng-kaleng bekas untuk diletakan di atas selembar kain, setelah semua kaleng terkumpul anak-anak bertugas membawanya bersama-sama ke tempat yang sudah di tentukan oleh kakak pendamping.

euy_7681-copy
Kegiatan mengangkut kaleng-kaleng bekas secara bersama-sama

Pengenalan bentuk lainnya adalah air; untuk dapat mewarnai kertas karton yang tertempel di gerbang, anak-anak dihadapkan dengan rintangan melewati jembatan setapak yang terbuat dari balok kayu, ini dimaksud untuk melatih keseimbangan dan kesabaran anak. Nyatanya anak-anak lebih memilih jalan pintas untuk tidak melewati balok kayu tersebut dan langsung menuju dimana wadah air berada.

 

Ini hanya sebagian kecil kegiatan yang Nanda ikuti di Jejakecil, masih banyak kegiatan-kegiatan menarik dan edukatif lainnya yang tidak saya ceritakan di blog kali ini. Dari semua kegiatan kami paling menyukai sesi mencuci tangan. Setelah setiap kali berkegiatan yang menyebabkan tangan anak kotor, selalu diakhiri dengan mencuci tangan, menurut saya ini baik sekali dan bisa mebuat mereka terbiasa. Seperti halnya iklan di TV “berani kotor itu, baik!”.

euy_7684
Kegiatan mencuci tangan setelah berkegiatan yang menyebabkan tangan kotor

Secara keseluruhan, Nanda menikmati bermain di Jejakecil, walaupun dari semua kegiatan yang berdurasi 2 jam tidak semua Nanda mengikuti dengan “santai”, masih ada kabur-kabur, apalagi ketika menghadapi kegiatan yang menuntut monorik halusnya (PR buat kami). Kami senang dapat menemukan rumah bermain seperti ini, untuk anak kami yang belum masuk Play Group, kegiatan ini sangat membantu dalam masa perkembangannya. Serta keuntungan lainnya yaitu bersifat tidak terikat, it means tidak diharuskan membayar uang pangkal cukup membayar per kegiatan saja.

 

Iklan

10 thoughts on “Bermain di Jejakecil

  1. Harganya gak disebut berapa sekalian?
    Kalau di kampung saya, anak-anak kampung seumuran gitu setiap hari mainannya juga kurang lebih kaya gitu, cuma materi yang beda, hehe
    karena di kampung jadi manfaatin aja apa yang ada, seperti main lumpur, ngumpulin buah pinang jatuh, main di sungai, sawah, kebun, dll…

    Suka

    1. harganya variatif teh, tergantung acaranya, qlo yg nanda ikuti harganya 85rb per skali pertemuan include alat & bahan

      ihhh asyik nya teh, saya juga di kampung da teh, qlo jaman saya kecil masih bisa berenang di sungai, tapi ayeuna mah sungai udah tercemar limbah pabrik, tiap waktu berubah warna kadang merah kadang item syediiiihhh… 😦

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s