#1minggu1cerita · Stories

Rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musang

Saat ini titik dimana perubahan keluarga kecil kami dimulai. Keputusan pak suami meninggalkan rutinitas pengabdian pada salah satu perusahaan menjadi langkah awal hijrah keluarga kecil kami keluar dari zona nyaman yang sudah terbentuk beberapa tahun belakang ini.

Keputusan yg kami ambil berdampak pada siklus keuangan keluarga, kondisi kami tidak sedang dalam keadaan ambruk, juga jauh dari kata kekurangan (alhamdulillah), namun lebih meningkatkan skala prioritas dalam mengkategorikan antara kebutuhan dan keinginan. Dari semula usaha untuk mendapatkan sesuatu bisa dengan cara berlari, namun sekarang harus lebih bersabar dengan berjalan.

Kalau ditanya apakah kami takut keluar dari zona nyaman ini? awalnya iya, bukan karena terbengkalainya kebutuhan pribadi semata, melainkan ada anak kecil yang setiap hari perlu dikenyangkan isi perutnya, ada batubata serta pasir yang menanti dibenahi, serta beberapa kewajiban yang harus dipenuhi tiap waktunya. Ketakutan kami (terlebih saya) semuanya materi dan tak pasti.

“Rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musang”

Setiap manusia mempunyai rezekinya masing-masing; Rezeki manusia berada di tangan Tuhan.

Seperti peribahasa diatas, rezeki setiap orang takan pernah tertukar. Benar saja, pekan lalu keluarga kecil kami bagaikan memenangkan lotre atau undian berhadiah yang tiba-tiba saja nama kami muncul dalam kupon undian. Skenario Tuhan diluar kuasa, rezeki itu diberi langsung oleh Pemilik Semesta ke atas tangan kami tanpa harus menukarnya dengan tetesan keringat. kami menerima tunai hasil penjualan aset keluarga tanpa meminta. saldo rekening yang selalu menolak untuk meninggi sekarang beranjak naik perlahan. Alhamdulillah.

Kalau ditanya sekarang apakah kami masih takut? jawabannya TIDAK. kami yakin semua akan berjalan sebagaimana mestinya. saat ini kami sedang menikmati proses, mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, menikmati dan mensyukuri sekecil apapun yang menjadi milik kita. Sampai akhirnya ketakutan berubah keyakinan. keyakinan ini lah yang mendorong kami untuk berusaha lebih dari biasanya serta mulut yang melantunkan doa lebih banyak dari sebelumnya.

Selama tangan dan kaki kami berusaha, selama doa masih terucap, kami yakin pintu rezeki selalu hadir di berbagai sisi. 

 

Iklan

12 thoughts on “Rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musang

  1. Hanya sendal jepit dan puteri aja yang bisa tertukar mah, yaaa… teh…
    Tpi kadang-kadang dalam kondisi harus meninggalkan comfort zone sok mendadak maruncul segala kekhawatiran teh.
    Eugh, malah curhat di mari. Saya belum setor #1minggu1cerita

    Suka

    1. wahh.. itu mah sinetronnya nikita willy (iya gak sih) hehehhe…

      bener banget, takut kekhawatiran2 yang belum tentu terjadi. selama kita berusaha mah insyaalah percayakan rezeki ke yang Maha Pemberi. hidup mah murah, yang mahal gaya hidup #eaaaaa 😀

      Suka

  2. Dulu saya sebagai kepala keluarga juga takut Mbak keluar dari zona nyaman.
    Namun seiring dengan waktu, dan keluar masuk perusahaan ternyata rezeki tetap ada, hanya saja frekuensinya tidak tetap., kadang bulan ini banyak, kadang sedikit…
    Namun semakin lama bisa melebihi pendapatan saat jadi karyawan.,
    dan yang pasti bisa antar anak sekolah dan jalan-jalan saat kebanyakan yang lain pada bekerja 🙂
    thank

    Suka

    1. waahhh… salut mas sama keputusannya, pasti awalnya berat banget buat ninggalin rutinitas sebagai karyawan. setelah keluar memang harus lebih disiplin ya dalam mengelola keuangan, karena frekuensi nya tidak sama.
      setuju mas, tidak kehilangan moment bersama anak dan keluarga, karena waktunya fleksibel jadi bisa mengatur waktu kerjaan dan waktu bersama anak secara harmoni.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s