#1minggu1cerita · Mayanda Z Anandayu

Ayo, Sekolah !

Tahun ini kami resmi mendaftarkan Nanda sekolah setelah sebelumnya terdaftar sebagai anak bawang di salah satu Yayasan Pendidikan yang tak jauh dari rumah. Wacana tentang sekolah terkadang muncul sebagai tema obrolan saya dan pak suami di waktu senggang. Semula kami sepakat di umurnya sekarang untuk membiarkannya belajar dari kehidupan sekitar saja, karena kami ingin memberinya ruang gerak yang tidak dibatasi oleh dinding dan waktu.

Salah satu pemicu meningkatnya hasrat belajar Nanda adalah ketika dia ikut serta menikmati ruang kelas Sekolah Dasar bersama Nenek. Kurangnya sosialisasi yang intensif dengan rekan sebaya juga memberi andil cukup besar yang mendorong Nanda ingin segera bersekolah.

Saya dan pak Suami tergolong pasangan yang tidak ingin memaksakan anak untuk belajar formal sedini mungkin, karena kami yakin lingkungan dan pengalaman adalah sebaik-baiknya guru kehidupan. Namun melihat antusiasme anak yang begitu tinggi akan sekolah, akhirnya kami mendaftarkan Nanda di salah satu Yayasan Pendidikan tak jauh dari rumah, di pertengahan tahun ajaran. Itulah sebabnya status anak bawang melekat pada dirinya. Baru tahun ini kami registrasi secara formal dengan mengisi form isian data identitas anak calon siswa didik dan mendapatkan seragam lengkap dimulai hari senin setelan kemeja dan hari jumat berseragam kaos olah raga.

Status anak bawang tidak menyurutkan Nanda untuk pergi bersekolah. Di hari pertama masuk, Nanda sudah berani ditinggal sendiri dan tanpa drama sama sekali. kami lakukan evaluasi hampir setiap hari.  Sejauh ini perubahan yang mendasar dari hidup nya adalah siklus jam tidur dan makan siang yang lebih teratur.

Sebelum masa liburan tiba, kami menerima sebuah amplop cokelat besar berisi lembaran kertas hasil karya; mewarnai. Saya dan pak Suami tersenyum dengan melihat hasil karya di dalamnya dan kami sepakat dia bukan tipe anak yang mengandalkan motorik halus secara dominan.

Ibu Guru sekolah Nanda memberitahukan kalau dia diikutsertakan dalam pentas seni di sebuah acara sekolah, sontak kami sedikit kaget karena status yang disandangnya sebagai anak bawang ditambah absen sekolah beberapa hari karena sakit. selang sepekan dari informasi yang diberikan akhirnya acara pentas seni dimulai, Nanda berdiri di barisan depan bersanding dengan kedua teman nya, dia mulai menggoyangkan badan seraya lagu mulai diputar… “… Pokemon… pokemon… dimana kamu.. ku mencarimu…. “ dan saya menyaksikan pentas perdana Nanda di layar telepon seluler di sela-sela kegiatan pelatihan. So Sad 😦

Liburan tiba, dan Nanda menunggu waktu untuk pergi ke sekolah (yang sama) dan bertemu teman-teman baru dengan nuansa yang berbeda.

fullsizeoutput_1f8

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s