5 Perubahan yang bisa meningkatkan kulitas hidup

Make change a must! Pernah merasa ingin berubah (jadi betman)? pernah donk pastinya.. apalagi ke arah yang lebih baik, ya ga? Menurut pandang saya perubahan adalah sebuah keputusan yang nyata dan kita dipaksa untuk mengambil suatu tindakan. ketika perubahan dituntut menjadi sebuah keharusan, maka kita siap untuk berubah.

Setiap orang pasti memiliki titik dimana dia memutuskan “Ok, saya harus berubah” dan mengambil tindakan nyata untuk menuju perubahannya. Saya pribadi percaya kalau kita dibentuk dari pola asuh sewaktu kecil, tapi hey,,, jangan salah, kita dibentuk bukan hanya karena itu saja, ada faktor yang tak bisa lepas, yaitu lingkungan yang menjadikan kita sampai sekarang ini.

Nah, ngomongin perubahan, ga perlu nunggu taun depan alih-alih resolusi tahun-sekian, kalau situasi atau hal itu sudah bertransformasi menjadi sebuah keharusan dan dampak yang mungkin ditimbulkan akan mengarah kepada yang lebih baik, do it now !

Jadi ingat pepatah “perubahan besar dimulai dari hal yang kecil“, berangkat dari pepatah itu, saya mulai memperbaiki pola hidup yang mungkin sepele tapi membawa dampak yang cukup besar.

1. Bangun pagi

Bukannya saya tidak pernah bangun pagi, tapi ga pernah disiplin. dampaknya apa? BANYAK! hahaa… Dari hal kecil bangun pagi yang ga konsisten ini banyak kegiatan yang dilakukan secara tergesa-gesa, dan hasilnya tentu saja ga maksimal, bahkan mendatangkan kerugian. Salah satu rutinitas pagi hari yang saya lakukan sebelum berangkat kerja adalah memandikan si Nona, karena diawali dengan bangun yang tergesa tentu saja menyeret jadwal mandi si Nona yang dilakukan dengan tergesa pula, apalagi ditambah dengan kelakukan si Nona yang “minta perhatian lebih” jadilah pagi hari penuh dengan nada-nada tinggi, beres-beres sekedarnya, berangkat kerja kesiangan, dan ada saja barang yang ketinggalan, dan hal yang merugikan tentu saja merelakan “hak” saya di potong oleh instansi karena seringnya melebihi batas minimum angka toleransi kesiangan.. #kraaay.

Hampir setiap hari merasa menyesal, berhubung quality time saya hanya ada di pagi dan malam (itupun kalau si Nona masih bangun), banyak hal yang sebenarnya bisa saya lakukan, dan menyesal karena seharusnya “hak” saya bisa saya dapatkan dengan maksimal. Okay, ini titik dimana saya harus berubah!

Sekarang saya targetkan jam bangun pagi, dan tidak ada lagi negosiasi dengan diri sendiri, hasilnya kami sudah berdamai dengan keriuhan suasana pagi. si Nona sudah mandi ketika adzan subuh berkumandang, dan tentunya semua kegiatan pagi dapat terkendali.

2. Minum air putih

Kebiasaan membawa air minum dalam wadah sendiri memang sudah saya biasakan dari lama walaupun masih belum sepenuhnya berpisah dari minuman instan dan kemasan pabrikasi, namun kenyataannya masih saja ada hari-hari dimana absen bawa tempat minum sendiri, dan akhirnya males-malesan minum air putih, minumnya sebatas udah selesai makan aja, dan pesan minum di tempat makan (kalau lagi makan diluar). Sadar karena saya rentan terserang ISK, jadi bawa minum sendiri itu sebuah keharusan, dan jadi trigger tersendiri sih jadinya bisa minum cukup air.

3. Beli yang butuh saja

pernah saya menawari pak Suami untuk menambah makanan ke atas piringnya, namun dia menolak “udah bu, udah dapet enaknya, kalo ditambah lagi malah jadinya ga nikmat” . Dari situ saya berkenalan dengan kata “cukup”, sekarang ini untuk membeli sesuatu lebih dipertimbangankan, kalo kebutuhannya ga mendesak dan ga terlalu penting, apalagi hanya sekedar mengaminkan hasrat saja, lebih baik di skip.

4. Disiplin dan Konsisten

Kalau beberapa waktu lalu saya masih kalah dengan rengekan si Nona yang ga mau pakai baju sendiri, sekarang saya mulai tahan, nahan pengen bantu dia agar lebih cepat dalam berpakaian. semua ada prosesnya, dan itu harus dilakukan dengan penuh disiplin dan konsisten. Alhamdulillah, perasaan tega saya berbuah manis, sekarang dia tau kalau sudah mandi saya pasti menolak untuk membantu memakaikan baju, jadi semua dia kerjakan sendiri.

5. Mengurangi Sampah Plastik

Kita hidup di bumi ini ga sebatas dengan tetangga sebelah saja kan, secara ga sadar kehadiran kita mempengaruhi ekosistem disekeliling kita, dan kebayang kalo hampir tiap hari menggunakan plastik sekali pakai. banyak banget yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah plastik, dan bahkan sekarang banyak pemerintah daerah bekerjasama dengan merchant mengelurkan kebijakan akan penggunaan plastik itu sendiri, misalnya saja warung cepat saji yang menjual ayam goreng crispy hanya menyediakan sedotan plastik by request saja, dan di beberapa tempat makan mereka sengaja tidak memberi sedotan plastik dan menawarkan sedotan bambu demi dukung program #Zerowaste.

kalau kita bisa berbuat kebaikan dari hal kecil dengan tidak menggunakan sedotan plastik, itu sangat berdampak luar biasa sekali untuk lingkungan dan kita turut berkontribusi melestarikan bumi. semua perubahan yang besar, dimulai dari hal kecil, bukan ?

Terlihat idealis memang, tentu saja semuanya saya coba pelan-pelan dan terus berusaha untuk disiplin dan konsisten.

Boleh donk share perubahan apa saja yang menurut kalian sesuatu yang kecil namun itu bisa berdampak besar nantinya, comment bawah yaaaa… it means a lot !

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s