Selama Pandemi Corona

Dalam perjalanan menuju kota (entah lupa mau kemana) yang pasti saat itu lampu lalulintas Pasteur sedang berwarna merah, beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan pak Suami ke China. Saat itu Wuhan Sudah menerapkan lockdown, saya pribadi masih belum mengikuti perkembangan sebaran virus Corona ini dengan seksama. Pak suami coba meyakinkan saya, dia akan tetap berangkat walaupun di negeri sebrang sana sudah menerapkan karantina wilayah demi menekan laju persebaran virus Corona. Dengan enteng saya jawab “OK”.

Kebiasaan pak suami yang well prepare kalau mau berangkat, segala keperluan sudah dipersiapkan, namun rencana Allah begitu baik, 2 hari sebelum tanggal keberangkatan, perjalanannya resmi di cancel. (sampai saat ini merasa bersyukur sekali atas keputusan itu). Saat itu kami mengikuti perkemabangan persebaran virus Corona yang nyatanya bukan hanya terjadi di China saja, tapi sudah merambah ke beberapa negara sampai akhirnya WHO menyatakan ini adalah Pandemi.

Screen Shot 2020-05-21 at 00.19.13

 

Akhirnya Indonesia mengeluarkan hibauan guna menekan laju persebaran virus Corona. Group WhatsApp ramai sekali dengan pemberitaan ini, salah satunya pengumuman Work From Home (WFH) yang diterapkan oleh tempat dimana saya bekerja. Ketika pengumuman itu keluar, kebetulan kami sedang berada di Rumah Sakit. Sejak social distancing diterapkan, Rumah sakit tidak membuka jam besuk pasien, jumlah orang yang berada di Rumah sakit sangat dibatasi, protokol kesehatan pun dilakukan dengan ketat, bahkan pemeriksaan radiologi pun tak luput dilakukan.

Setelah kembali ke rumah, kami mengikuti anjuran pemerintah dengan diam di rumah saja, 14 hari telah berlalu, kemudian berlanjut, sampai hari ini. Rasa bosan sesekali pasti ada, terlebih ada anak kecil yang biasanya beraktifitas di luar rumah. Dampak dari Pandemi ini nyata kami rasakan, baik dari segi positif juga negatif nya.

Dari segi negatifnya, kalau di runut satu persatu mungkin banyak ya, mulai dari aktifitas terbatas, silaturahmi terhambat, pekerjaan terhambat, semua hal kecil sampai urusan yang besar ikut terhambat, bahkan ini memengaruhi psikis. Jujur saja kami sempat panik atas kondisi ini, namun lambat laun kami coba atur paradigma, tentu saja ini adalah cara agar kami tetap waras. Coba mencari ritme baru, karena saat kami semua berada di rumah, mengharuskan membangun kebiasaan baru, coba berfikir positif dan tentu saja berdamai pada diri sendiri untuk menurunkan standar agar semua berjalan secara seimbang.

Hal positif yang kami rasakan dimasa pandemi ini, hubungan keluarga kami bertambah intim, bisa membersamai anak setiap hari, dapur yang selalu ramai, mencoba resep masakan baru, itu baru sebagian kecil kebahagiaan di sela masa pandemi. Kalau tanya pak suami, hal positif apa yang dilakukan selama pandemi, tentu saja jawabannya berkebun.

 

Ini adalah masa pandemi dimana tidak hanya diri sendiri yang mengalami dampak negatifnya, semoga ketika semua kembali normal, tulisan ini menjadi self remainder, kalau Allah selalu memberikan sesuatu itu dengan seimbang, keburukan lengkap dengan kebaikannya.

6 thoughts on “Selama Pandemi Corona

  1. meskipun sedih, dan rasanya campur aduk selama di rumah saja, tapi aku setuju dengan mbak eva, ada banyak hal baik juga selama pandemi ini. Dan semoga setelahnya sudah TUhan siapkan juga hal baik lainnya ya mbak. Salam kenal ^_^

    Like

  2. keberangkatan kita ke Belanda pun terunda juga Mbak. Untungnya riset kuliah bisa dilakukan dari rumah. Semoga orang-orang lekas sadar untuk di rumah aja, biar segera melandai kurvanyaa..

    Like

    1. selama masih bisa dilakukan di rumah, harus di syukuri ya mba Ghina, semoga urusannya dipermudah sama Allah.
      mudah-mudahan ya, semoga perjuangan kita selama ini ga sia-sia..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s